Kebijakan Mutu

Institut Pertanian Bogor memiliki suatu unit yang memiliki tugas teknis dan administrasi dalam proses pengembangan, penetapan dan pemenuhan standar mutu (penjaminan mutu),  penyelenggaraan program dan kegiatan institusi, baik dalam bidang akademik (pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat) maupun non-akademik (administrasi dan manajemen) sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Unit kerja tersebut adalah Kantor Manajemen Mutu (KMM)-IPB yang merupakan unit kerja yang bertanggung jawab kepada Rektor (Surat Keputusan Rektor Nomor 006/13/OT/2008 tentang Sistem Penjaminan Mutu IPB 2008-2012). KMM sebagai organisasi pelaksana penjaminan mutu IPB berupaya menata dan mengembangkan sistem penjaminan mutu yang telah ada supaya dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di IPB.

Penjaminan mutu dilakukan di tingkat IPB, Fakultas, Departemen dan Program Studi. IPB menetapkan kualifikasi tenaga pendidik, menyediakan prasarana gedung dan fasilitasnya, serta mengevaluasi kinerja program studi. Fakultas memastikan pendistribusian dan penggunaan sarana penunjang pendidikan, penjadwalan, dan pemantauan pelaksanaan kegiatan akademik. Departemen memastikan kesesuaian bidang keahlian tenaga pengajar dan pembagian beban kerja yang proportional untuk setiap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di dalam penyelenggaraan program studi. Penjaminan mutu di tingkat Fakultas dilakukan oleh Gugus Penjamin Mutu (GPM) dan di tingkat Departemen oleh Gugus Kendali Mutu (GKM).  GKM dikoordinir oleh Sekretaris Departemen.  Anggota GKM ditetapkan melalui SK Dekan.

Tugas GKM ialah membantu Ketua Departemen dalam hal:

  1. melakukan monitoring terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan akademik dan non- akademik sesuai dengan prosedur, ketentuan, dan perundang-undangan yang berlaku.
  2. melakukan monitoring pelaksanaan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik agar dapat memenuhi standar mutu dan sasaran mutu yang telah ditetapkan.
  3. melakukan evaluasi bersama Ketua Departemen untuk tindakan korektif yang lebih dini terhadap penyelenggaraan seluruh aktivitas akademik dan non-akademik di program studi.
  4. mengkoordinir persiapan dan pembuatan laporan evaluasi diri sesuai dengan standar dan parameter yang telah ditetapkan.