DUA SRIKANDI DEPARTEMEN SILVIKULTUR SABET JUARA PADA KONFERENSI LINGKUNGAN TINGKAT DUNIA

DUA SRIKANDI DEPARTEMEN SILVIKULTUR SABET JUARA PADA KONFERENSI LINGKUNGAN TINGKAT DUNIA

Dua Mahasiswi Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Rahmatul Jannah dan Firza Riany berhasil meraih ‘EXCELLENT PAPER” pada ajang konferensi lingkungan tingkat dunia International Student Conference on Environment and Sustainability (ISCES), Tongji University, Shanghai, Republik Rakyat China (2-7/6/2017).

International Student Conference on Environment and Sustainability (ISCES) 2017 merupakan konferensi internasional di bidang lingkungan. Kegiatan diselenggarakan oleh United Nations Environment Program (UNEP), Tongji University dan Beijing Green Future Environmental Foundation. ISCES diselenggarakan oleh Institute for Sustainable Development (IESD) menjadi salah satu program internasional yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kesadaran, kapasitas, dan jaringan di antara mahasiswa sebagai pemimpin di masa depan.

ISCES terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan yaitu Campus tour, Field trip, Seminar, Serta presentasi paper dan poster. Sebanyak 47 delegasi dari 30 negara di dunia berkumpul untuk menghadiri International Student Conference on Environment and Sustainability (ISCES) 2017  ini. Tema tahun ini yaitu “Connecting People to Nature”. Tema ini disesuaikan dengan tema peringan Hari Lingkungan Hidup Sedunia oleh United Nation Environment Program (UNEP).

Delegasi yang terpilih untuk mengikuti International Student Conference on Environment and Sustainability (ISCES) 2017 wajib mempresentasikan poster dan hasil penelitian di 4 (empat) sub topik: Education for Sustainable Development and UN, Eco-City, Ecosystem and Wildlife, dan Green Lifestyle.

Firza dan Rahma memilih Sub topik paper Green Lifestyle yang lebih mengarah kepada bagaimana seharusnya perilaku manusia dalam menjaga hutan di era globalisasi ini. Dengan judul “Exotic Indonesia: Joint Forest Management System To Provide Safe And Secure Woods For World”.

Latar belakang penulisan paper tersebut yaitu angka pecurian kayu (illegal logging) yang  sangat sulit diatasi. Hutan yang semakin rusak akan menyebabkan  Salah satu Perusahaan Kehutanan (Perhutani) telah mengembangkan program Pengelolaan Hutan Bersama Masyakat (PHBM) untuk menurunkan angka pencurian kayu di wilayah Perhutani. Akan tetapi pencurian masih sering terjadi. Dengan permasalahan tersebut mereka mengangkat sebuah gagasan melibatkan masyarakat di sekitar hutan untuk ikut serta menjaga hutan dengan melaporkan langsung kepada pihak pengelola hutan menggunakan sebuah aplikasi yang telah dirancang sebelumnya.

Pasalnya delegasi ISCES tidak hanya mahasiswa program sarjana, akan tetapi banyak yang berasal dari program master dan doktor.

Selamat Atas Prestasi yang sangat membanggakan. (RJ)