Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama ± 1 tahun terakhir ini, tentu memberikan berbagai dampak yang luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti aspek perekonomian. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan olah masyarakat di perkotaan, namun juga masyarakat di pedesaan, bahkan masyarakat di dalam kawasan / sekitar hutan. Institut Pertanian Bogor (IPB/IPB University) sebagai instituti pendidikan atau perguruan tinggi yang leading di bidang pertanian dan kehutanan tentu memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendukung pemerintah guna mengendalikan dampak negatif tersebut.

Tiga staf pengajar (dosen) Departemen Silvikultur IPB, yaitu Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MS, Dr. Ir. Irdika Mansur, M.For.Sc., dan Dr. Ir. Prijanto Pamoengkas, M.Sc.F.Trop, turut aktif mendukung program pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI) yang menyelenggarakan pelatihan (e-learning) dengan tema “Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di dalam Kawasan Hutan”. Secara teknis program tersebut berupa kegiatan “E-learning Pembekalan Teknis Silin (silvikultur intensif) Bagi Masyarakat Binaan IUPHHK-HA”. Rangkaian kegaiatan e-learning tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 – 27 Februari 2021, secara virtual (online) dan terpusat di kompleks kantor KLHK-RI, Jakarta. Kegiatan e-learning ini melibatkan 1.830 peserta dari 68 lokasi di 21 provinsi. Adapun peserta yang terlibat dalam ­e-learning ini merupakan masyarakt / kelompok tani hutan binaan dari 76 kesatuan pengelolaan hutan (KPH) serta 50 UMKM.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan dalam mengembangkan hasil hutan, khususnya hasil hutan bukan kayu (HHBK). Dalam kondisi pandemi, stimulasi dari pemerintah tentu dibutuhkan oleh masyarakat untuk kembali bangkit, sehingga roda perekonomian kembali berputar. Siti Nurbaya, Menteri LHK-RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendukung program pemberian akses legal pengelolaan hutan untuk masyarakat yang telah menjadi agenda besar KLHK-RI yang juga merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo. Pada dasarnya, pelatihan (e-leraning) ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan hutan, khususnya dari HHBK.

“HHBK dari kawasan hutan memiliki potensi yang sangat besar, dan memiliki peran signifikan terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat, peningkatan ekonomi lokal, dan kelestarian hutan itu sendiri,” ujar Menteri LHK-RI. Beberapa komoditi HHBK yang potensial dikembangkan, diantaranya daun kayu putih, kopi, getah/resin, bamboo, jagung, sereh wangi, rumput gajah, gula aren, cengkeh, damar, gaharu, kulit kayu, kemenyan, kemiri, kenari, madu, sagu, dsb.

Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MS – dosen entomologi hutan di Departemen Silvikultur, yang juga merupakan mantan Ketua Departemen Silvikultur, dan saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB aktif terlibat dalam kegiatan pelatihan ini. Beliau menyajikan materi mengenai “Pengenalan Hama, Penyakit, dan gulma Meranti dan Cara Pengelolaannya.” Dr. Ir. Prijanto Pamoengkas, M.Sc.F.Trop yang juga merupakan salah satu dosen silvikultur di Departemen Silvikultur IPB juga aktif terlibat dalam pelatihan ini. Beliau memberikan materi tentang “Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman”. Dr. Ir. Irdika Mansur, M.For.Sc sebagai dosen Silvikultur dan merupakan mantan Direktur SEMEAO BIOTROP juga turut andil sebagai narasumber yang menyajikan materi mengenai “Pemanfaatan Embung dan Peternakan: Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah Produk Kemitraan (Silvofishery dan Silvopastura) Melalui Jaringan Pemasaran dan Penguatan Kelembagaan”. Bahkan, selain tiga orang dosen Departemen Silvikulur IPB, pelatihan ini juga melibatkan para staf dari berbagai stakeholder atau instansi lainnya. Salah satunya ialah Prof. Dr. Elias yang merupakan guru besar Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB yang juga terlibat aktif dalam pelatihan ini dan membawakan materi tenatang “Konsep SILIN dan Produktivitas.” Di masa pandemi yang bahkan masih terjadi hingga saat ini, Institut Pertanian Bogor bersama institusi lainnya secara sinergis mendukung program KLHK-RI (pemerintah) serta senantisa tetap melaksanakan salah satu tugas pokok civitas perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. (BYW).