Nur Badri – E52

Nur Badri, pemuda kelahiran Limbung, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang akrab disapa Badri ini, memiliki segudang prestasi dan telah dinobatkan sebagai perwakilan Mahasiswa Berprestasi Departemen Silvikultur sekaligus Fakultas Kehutanan pada tahun 2018 dengan mengusung karya ilmiah bertajuk “Forester Hero Card: Inovasi Model Tata Kelola Hutan Masyarakat di Indonesia (Modal, Asuransi dan Pemasaran)”. Ia lahir pada September 1997 di tengah-tengah pasangan keluarga buruh tani yang sangat romantis. Ia juga adalah mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Saat ini, ia merupakan alumni mahasiswa Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor angkatan 52 yang beberapa minggu lalu, baru saja menyelesaikan studinya dan telah mendapatkan gelar sebagai Sarjana Kehutanan (S.Hut).

Selama mengikuti perkuliahan di Departemen Silvikultur, ia banyak belajar tentang penguasaan ilmu silvikultur, sehingga salah satu impian besar yang ingin diraihnya adalah menjadi seorang Diplomat Kehutanan. Selain ilmu yang berharga, ia juga banyak mendapatkan pengalaman-pengalaman berkesan selama menjadi seorang mahasiswa dan bertemu sahabat-sahabat yang luar biasa serta keluarga civitas yang sangat hangat bagaikan keluarga sendiri. “Di Departemen Silvikultur saya diajarkan untuk menjadi seorang mahasiswa yang lebih menghargai setiap proses yang saya lakukan sebab itu adalah dasar untuk menjadi seorang Rimbawan Sejati yang penuh tanggungjawab” tutur Badri. Menurutnya berkuliah di Departemen Silvikultur adalah sebuah jalan hidup yang paling indah, selain karena memang departemen ini adalah pilihan pertamanya, ia juga banyak belajar tentang manajemen diri termasuk bagaimana mengatur kegiatan kuliah dan praktikum, ikut kompetisi, organisasi dan kepemimpinan serta kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat.

Sebagai seorang mahasiswa di Departemen Silvikultur, Ia merupakan mahasiswa biasa yang masih lemah dan sangat haus akan ilmu pengetahuan. Sama seperti mahasiswa lainnya ia juga memiliki jutaan mimpi dan harapan yang ingin dicapai, selalu mencoba semangat untuk terus maju, selalu mencoba cepat bangkit jika sedang terpuruk dan selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk setiap proses. Ia mencoba memanfaatkan dengan semaksimal mungkin kesempatan yang ia dapatkan selama berkuliah di Deparetemen Silvikultur. “Kesempatan ini bisa saja saya dapatkan hanya sekali, maka dari itu saya harus menyusun strategi terbaik dalam memanfaatkan kesempatan ini” ketus Badri. Melalui kesempatan tersebut, mahasiswa sekaligus alumni dari Olimpiade Penelitian Siswa ini telah banyak menorehkan prestasi.

Awal memasuki departemen, ia sudah banyak mengukir prestasi akademik maupun non akademik dalam mengharumkan Departemen Silvikultur baik di tingkat nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, beberapa prestasi yang pernah ia raih adalah juara 1 Semarak Esai Nasional di Unswagati Cirebon tahun 2017, juara 1 Ide Pengelolaan Sampah Nasional, juara 1 Lomba Karya Tulis tentang gambut di IPB tahun 2018, juara 2 Lomba Poster Ilmiah di Unhas Makassar tahun 2016, juara 2 Esai Ekonomi Islam di STEI SEBI Depok tahun 2018, juara 2 Esai Inovasi Transportasi di Unpar tahun 2019, juara 2 Esai Tata Lingkungan di Poltekkes Kemenkes Jakarta II tahun 2017, juara 2 Esai Kemaritiman di Unpatti Ambon tahun 2017, 2nd runner up Model ASEAN Meeting di Universitas Pertamina Jakarta, juara 2 Esai SDGs di Unej tahun 2018, juara 3 lomba debat tentang karst di IPB tahun 2017, juara 3 LKTI Pendidikan di IKIP PGRI Madiun tahun 2016 dan juara 3 LKTI elektro di Unsri tahun 2018. Di tingkat internasional, beberapa prestasi yang pernah ia torehkan adalah Gold Medal pada World Young Innovation Award di Kuala Lumpur Malaysia tahun 2017, Gold Prize pada International Young Inventors Award di Universitas Mercu Buana Indonesia tahun 2017, 2nd Winner Position pada ASIA Innovation Show Competition di UTM Penang Malaysia tahun 2018, 3rd Winner pada International Eureka Innovation Competition di UniKL MSI Kedah Malaysia tahun 2017, Bronze Medal pada International Invention and Innovative Student Competition di Cameron Highland Malaysia tahun 2017, Bronze Medal pada International Property Innovation Competition di Bangkok Thailand tahun 2018 dan merupakan delegasi Indonesia pada World Young Start-up Congress di Manila Piliphina dan mengikuti kegiatan volunteer di Kamboja serta Vietnam. Selain menorehkan prestasi kompetisi, ia juga aktif dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan seperti menjadi bagian dari Entomologi Grup pada Himpunan Mahasiswa Departmen Silvikultur (TGC) tahun 2017-2018, Staf aktif Departemen Akademik dan Prestasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan tahun 2017-2018, dan pernah tergabung sebagai penulis di Forest Diggest. Ia juga aktif pada kegiatan kepemimpinan seperti Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa IPB tahun 2015, Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Nasional di STT-PLN tahun 2018, Delegasi pada Future Leader Summit di Semarang pada tahun 2017 serta mengikuti Pelatihan Pemimpin Bangsa di UGM tahun 2018 dan kegiatan pengembangan masyarakat di Desa Giyanti, Kulon Progo Yogyakarta. Bulan lalu, ia juga baru saja menyelesaikan kegiatan Forest Camp di Universiti Putra Malaysia yang merupakan kegiatan Summer Course untuk mahasiswa Indonesia yang minat belajar dan berkolaborasi dalam program kehutanan antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya berprestasi bukanlah tentang seberapa banyak juara yang kita capai melaingkan adalah seberapa banyak usaha yang telah kita lakukan, seberapa banyak proses yang telah kita idahkan, seberapa banyak kita mampu meningkatkan kapasitas diri kita dan seberapa banyak kita berdampak buat orang lain. Harapannya, semoga ia bisa menjadi seorang yang berdampak positif baik bagi dirinya, keluarganya, orang-orang disekitarnya pun agama dan bangsanya. Tambahnya setiap jalan harus dilalaui dengan usaha yang baik, dan selalu mempercayakan hasil dengan proses, InsyaAllah hasilnya akan maksimal juga.